Social Icons

Senin, 14 Januari 2013

Teori Pembentukan Muka Bumi



1.PROSES PERLAPISAN BUMI

—  TAHAP I : tahap pd saat bumi merupakan planet yg homogen atau belum terjadi diferensiasi & zonafikasi.

—  TAHAP II :  proses diferensiasi, yaitu material besi yg lebih berat tenggelam menuju pusat bumi & material yg lebih ringan bergerak ke permukaan.

—  TAHAP II : proses zonafikasi, tahap  dimana bumi terbagi menjadi beberapa zona atau lapisan, yaitu inti besi yg padat, inti besi yg cair, mantel bagian bawah, zona  transisi, astenosfer  yg cair & litosfer  (kerak benua & samudera). 

Perlapisan BUMI



TEORI PERKEMBANGAN MUKA BUMI, MELIPUTI:

—        TEORI KONTRAKSI

—        TEORI APUNGAN BENUA (CONTINENTAL DRIFT)

—        TEORI LAURASIA GONDWANA

—        TEORI KONVEKSI

—        TEORI PERGESERAN DASAR LAUT

—        TEORI LEMPENG TEKTONIK 

1.      TEORI KONTRAKSI

—        Teori ini dikemukakan oleh James Dana & Elie De Baumant.

—        Teori ini menyatakan bahwa kerak bumi mengalami pengerutan karena proses pendinginan di bagian dalam bumi akibat konduksi panas.

—        Pengerutan-pengerutan itu mengakibatkan bumi menjadi tidak rata.


2.      TEORI APUNGAN BENUA (CONTINENTAL DRIFT)

—        Teori ini dikemukakan oleh Alfred Lothar Wegener (1912).

—        Menurut Wegener, dipermukaan bumi pd awalnya hanya terdapat sebuah benua besar (Pangea) & sebuah samudera yg luas (Tethys Ocean).

—        Benua tersebut kemudian bergeser secara perlahan ke arah ekuator & barat hingga mencapai posisi seperti sekarang. 

GAMBAR APUNGAN BENUA



3.      TEORI LAURASIA - GONDWANA

—        Teori ini dikemukakan oleh E. Zuess & Frank B. Taylor (1910).

—        Mereka menyatakan bahwa pd mulanya hanya terdapat  dua benua besar di bumi (Laurasia & Gondwana).

—        Kedua benua tesebut kemudian  bergerak perlahan ke arah ekuator  sehingga terpecah-pecah membentuk benua-benua yg tampak seperti sekarang.
BUKTI TEORI LAURASIA-GONDWANA



4.      TEORI ARUS KONVEKSI

—        Teori ini dikemukakan oleh Harry Hess (1923).

—        Teori ini menyatakan bahwa terjadi aliran konveksi ke arah vertikal di dalam lapisan astenosfer  yg agak kental.

—        Aliran konveksi yg merambat ke dalam kerak bumi menyebabkan batuan kerak bumi menjadi lunak. 

—        Gerak aliran dari dalam tersebut mengakibatkan permukaan bumi menjadi tidak rata.   

ARUS KONVEKSI
5.      TEORI PERGESERAN DASAR SAMUDERA

—        Teori ini dikemukakan oleh Robert Diezt.

—        Merupakan hasil pengembangan dari teori Konveksi.

—        Penelitian topografi dasar laut menemukan bukti-bukti tentang terjadinya pergeseran dasar laut dari arah punggung dasar ke kedua sisinya. 

PERGESERAN DASAR SAMUDERA

6.      TEORI LEMPENG TEKTONIK

—        Teori ini dikemukakan oleh Mc. Kenzie & Robert Parker .

—        Merupakan penyempurnaan dari teori-teori sebelumnya.

—        Teori ini menyatakan bahwa kerak bumi & litosfer  yg mengapung di atas astenosfer  dianggap  satu lempeng yg saling berhubungan. 

—        Aliran arus konveksi yg keluar  dari punggung laut menyebar ke kedua sisinya, sedangkan bagian lainnya akan masuk kembali ke dalam & bercampur dgn materi di lapisan itu. 

—        Daerah tempat masuknya materi tersebut merupakan patahan yg ditandai dgn adanya palung laut & pulau vulkanis. 

LEMPENG-LEMPENG DI BUMI

Pada saat ini di permukaan bumi terdapat 6 lempeng utama, yaitu :

1. Lempeng Eurasia, wilayahnya meliput Eropa, Asia, dan daerah pinggirannya termasuk Indonesia.

2. Lempeng Amerika, wilayahnya meliputi Amerika Utara, Amerika Selatan, dan setengah bagian barat Lautan Atlantik. 

3. Lempeng Afrika, wilayahnya meliputi Afrika, setengah bagian timur Lautan Atlantik, dan barat laut Lautan Hindia. 

4. Lempeng Pasifik, wilayahnya meliputi seluruh lempeng di Lautan Pasifik. 

5. Lempeng Indo-Australia, wilayanhnya meliputi lempeng Lautan Hindia serta sub kontinen India dan Australia bagian barat. 

6. Lempeng Antartika, wilayahnya meliputi kontinen Antartika dan lempeng Lautan Antartika. 

GAMBAR LEMPENG TEKTONIK



| LG |

Tidak ada komentar:

Posting Komentar