Social Icons

Selasa, 15 Januari 2013

LAPORAN PRAKTIKUM KESETIMBANGAN KIMIA


I.                   JUDUL

“ Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pergeseran Kesetimbangan”

II.                TUJUAN :

a.      Percobaan I

-          Mengamati pergeseran kesetimbangan pada senyawa Fe3SCN denganpenambahan salah satu komponennya
-          Meramalkan arah pergeseran kesetimbangan dengan menggunakan asas Le Chatelier
-           
b.      Percobaan II

-          Untuk membuktikan adanya reaksi dapat balik.

c.       Percobaan III

-          Mengetahui pengaruh perubahan suhu terhadap sistem kesetimbangan.

III.             DASAR TEORI:
a.      Asas La Chatelier
Asas La Chatelier menyatakan: “Bila pada sistem kesetimbangan diadakan aksi, maka sistem akan mengadakan reaksi sedemikian rupa sehingga pengaruh aksi itu menjadi sekecil-kecilnya.
Perubahan dari keadaan kesetimbangan semula ke keadaan kesetimbangan yang baru akibat adanya aksi atau pengaruh dari luar itu dikenal dengan pergeseran kesetimbangan.

b.      Pengaruh konsentrasi terhadap pergeseran kesetimbangan
            Apabila dalam sistem kesetimbangan konsentrasi salah satu zat diperbesar, maka kesetimbangan akan bergeser ke arah yang berlawanan dari zat tersebut. Sebaliknya, jika konsentrasi salah satu zat dikurangi, maka kesetimbangan akan bergeser ke pihak zat tersebut.

c.       Pengaruh volume dan tekanan terhadap pergeseran kesetimbangan.

Pengaruh volume dan tekanan hanya berpengaruh pada zat yang berwujud gas. Dan jumlah koefisien pereaksi tidak sama dengan jumlah koefisien hasil reaksi.
Jika tekanan diperbesar/ volume diperkecil, kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah koefisien reaksi yang kecil.
Jika tekanan di perkecil/ volume diperbesar, kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah koefisien reaksi yang besar.

d.      Pengaruh suhu terhadap pergeseran kesetimbangan.

Menurut Vant Haff, Bila pada sistem kesetimbangan suhu dinaikkan, maka kesetimbangan reaksi akan bergeser ke arah yang membutuhkan kalor (ke arah reaksi endoterm).
Bila suatu reaksi kesetimbangan suhu diturunkan, maka kesetimbangan akan bergeser ke arah yang membebaskan kalor (ke arah reaksi eksoterm).

IV.             ALAT DAN BAHAN

1.      Percobaan I

1.      ALAT:
       - Gelas ukur 25 ml
       - Gelas kimia 100 ml
       -
 Pengaduk
       - Tabung reaksi
       - Pipa tetes

2.      BAHAN:
-          KSCN I M
-          FeCl1 M
-          FeClpekat
-          KSCN pekat
-          Kristal dinatrium hydrogen fosfat (Na2HPO4)



1.      Percobaan II



Alat
1. Tabung reaksi + rak
2. Spatula
3. Pipa tetes
4. Silinder ukur
5. Neraca
Bahan
1. Aquadest
2. PbSO4 padat
3. Larutan KI 1 M
4. Larutan K2SO4 1 M



2.      Percobaan III



Alat
1.      Cawan Penguap
2.      Bunsen, kaki tiga, kawat kasa
3.      Gabus
4.      Neraca
Bahan
1.        Padatan CuSO45H2O
2.        Air





II.                PROSEDUR KERJA

1.      Percobaan I

a.       Masukkan 25 ml air ke dalam gelas kimia. Tambahkan 2 tetes larutan KSCN 1 M dan 2 tetes larutan FeCl1 M. Aduk larutan, kemudian bagi larutan sama banyak ke dalam 5 tabung reaksi. Tabung reaksi pertama digunakan sebagai pembanding.
b.      Tambahkan kedalam 4 tabung reaksi, masing-masing :
-          1 tetes larutan pekat KSCN pada tabung reaksi 2
-          1 tetes larutan pekat FeClpada tabung reaksi 3
-           Sedikit Kristal Na2HPOpada tabung reaksi 4 (fungsi HPO42+ untuk mengikat Fe3+ )
-           5 ml air pada tabung reaksi 5
c.       Guncangkan tabung reaksi-tabung reaksi tersebut dan bandingkan warna larutan dari tiap-tiap tabung reaksi dengan tabung reaksi 1 (lihat dari atas tabung reaksi ke bawah)


2.      Percobaan II

a.       Masukkan 1 spatula PbSOke dalam tabung reaksi, kemudian tambahkan 5 mL larutan KI 1 M. Aduk campuran dan catat hasil pengamatan anda
b.      Dekantasi (mengendapkan larutan kemudian membuangnya), kemudian cuci endapan dengan aquades dan endapkan kemudian buang larutannya sebanyak 10  kali
c.       Kemudian tambahkan larutan K2SO1 M sebanyak 5 mL,kemudian aduk dan hasil pengamatan
d.      Dekantasi lagi larutannya,dan cuci dengan aquades kemudian tambahkan dengan larutan Kl 1 M

3.      Percobaan III

a.       Panaskan 10 gr CuSO45H2O dalam cawan penguap. Amati perubahan warna yang terjadi.
b.      Biarkan padatan mendingin, setelah dingin, tetesi dengan air. Amati perubahan yang terjadi.
c.       Tuliskan pengamatan anda dalam bentuk table.



III.             Data Pengamatan

1.      Percobaan I


Tabel
Penambahan Senyawa
Penambahan Ion
Perubahan Warna
Arah Pergeseran Kesetimbangan
1
FeCl3 + KSCN      Fe3SCN + KCl

(FeClberwarna coklat pekat. KSCN-berwarna jernih. Fe3SCN berwarna coklat kemerahan. KCl berwarna jernih.)
-
Warnanya tetap yakni berwarna coklat muda seperti teh
Tidak terjadi pergeseran kesetimbangan
2
KSCN
(jernih)
SCN-
Warnanya berubah lebih tua, yakni menjadi coklat pekat kemerahan
Bergeser ke arah produk
3
FeCl3
(berwarna coklat pekat)
Fe3+
Warnanya berubah menjadi lebih tua, yakni menjadi coklat pekat kemerahan
Bergeser ke arah produk
4
Na2HPO4
(berwarna putih)
HPO42+
Warnanya berubah menjadi lebih jernih, yakni menjadi warna coklat muda seperti teh namun lebih jernih.
Bergeser ke arah reaktan
5
H2O
(berwarna jernih)

Warnanya berubah menjadi lebih jernih, yakni menjadi warna coklat muda seperti teh namun lebih jernih.


2.      Percobaan II
a.       Warna PbSO4 mula-mula           = Putih
b.      PbSO4 + larutan KI                    = kuning
c.       Warna endapan + K2SO4           = Putih

3.      Percobaan III

No
Aktivitas
Pengamatan
1
Sebelum dipanaskan
krisral berbentuk bongkahan dan berwarna biru tua
2
Sesudah dipanaskan
Kristal berbentuk serbuk dan berwarna biru telur asin
3
Ditambah air
Kristal berbentuk padat dan berwarna biru telur asin agak tua.

IV.             ANALISI DATA

1.      Percobaan I
Dari percobaan diatas, reaksinya dapat dituliskan sebagai berikut :
FeCl3 + KSCN         Fe3SCN + KCl
          Adanya pengaruh konsentrasi terhadap kesetimbangan kimia dari reaksi tersebut dapat diamati dengan perubahan warna larutan Fe3SCN. Jika salah satu zat pereaksi ditambah, maka warna coklat kemerahan pada Fe3SCN semakin  pekat. Sebaliknya ketika larutan kita tambahkan kristal NaHPO4 yang dapat mengikat ion Fe3+akan mengakibatkan konsentrasi ion fe3+ berkurang. Sehingga menyebabkan warna coklat kemerahan dari larutan Fe3SCN akan memudar.

          Ketika larutan pada pada tabung reaksi 1 tidak ditambah apa-apa. Maka reaksi tersebut tidak mengalami pergeseran kesetimbangan apapun. Hal ini diindikasikan dengan tidak terjadinya perubahan warna apapun. Tabung reaksi 1 tidak ditambah zat  apapun supaya bisa dijadikan pembanding warna dengan tabung reaksi lain.
          Larutan pada tabung reaksi 2 mengalami perubahan warna setelah ditambahkan 1 tetes larutan pekat KSCN yakni warna yang semula coklat muda seperti teh, berubah menjadi coklat tua agak kemerahan. Hal ini karena penambahan konsentrasi KSCN akan menyebabkan kesetimbangan bergeser ke arah produk/ Fe3SCN + KCl terbentuk. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada tabung reaksi 2 telah mengalami pergeseran kesetimbangan yang ditandai dengan adanya perubahan warna larutanSerta pergeseran kesetimbangan pada tabung reaksi 2 mengarah ke arah produk/ hasil reaksi.
          Larutan pada tabung reaksi 3 mengalami perubahan warna setelah ditambahkan 1 tetes larutan pekat FeCl3 yakni warna yang semula coklat muda seperti teh, berubah menjadi coklat tua agak kemerahan. Hal ini karena penambahan konsentrasi FeCl3akan menyebabkan kesetimbangan bergeser ke arah produk/ Fe3SCN + KCl terbentuk. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada tabung reaksi 3 telah mengalami pergeseran kesetimbangan yang ditandai dengan adanya perubahan warna. Pergeseran kesetimbangan pada tabung reaksi 3 mengarah ke arah produk/ hasil reaksi.
          Larutan pada tabung reaksi 4 mengalami perubahan warna setelah ditambahkan sedikit kristal Na2HPO4 yakni warna yang semula coklat muda seperti teh, berubah menjadi coklat muda seperti teh namun lebih jernih. Hal ini karena penambahan konsentrasi Na2HPO4 akan mengikat Fe3+ dan otomatis akan mengurangi jumlah konsentrasi Fe3SCN dalam larutan. Hal iniakan menyebabkan kesetimbangan bergeser ke arah reaktan/ Fe3SCN + KCl terurai. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada tabung reaksi 4 telah mengalami pergeseran kesetimbangan yang ditandai dengan adanya perubahan warna. Pergeseran kesetimbangan pada tabung reaksi 4 mengarah ke arah reaktan/ pereaksi.
          Larutan pada tabung reaksi 5 mengalami perubahan warna setelah ditambahkan 5 ml H2O yakni warna yang semula coklat muda seperti teh, berubah menjadi coklat muda seperti teh namun lebih jernih. Penambahan H2O dalam reaksi tersebut, akan menyebabkan larutnya ion-ion pereaksi oleh H2O. Hal ini akan menyebabkan berkurangnya jumlah senyawa FeCl3 dan KSCNyang akan bereaksi. Hal ini akan meyebabkan bergesernya kesetimbangan ke arah reaktan dengan diindikasikan oleh suatu perubahan warna yang menjadi lebih jernih. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada tabung reaksi 5 telah mengalami pergeseran kesetimbangan yang ditandai dengan adanya perubahan warna. Pergeseran kesetimbangan pada tabung reaksi 4 mengarah ke arah reaktan/ pereaksi.

2.      Percobaan II

Reaksi pada percobaan di atas memiliki persamaan reaksi sebagai berikut:
PbSO4 + 2KI         PbI + K2SO4
Ketika PbSO4 ditambahkan dengan KI, maka akan menghasilkan endapan yang berwarna kuning. Setelah endapan dicuci dengan Aquades sebanyak 10 kali, endapan tersebut akan ditambahkan K2SO4 dan warnanya berubah menjadi putih kembali. Endapan berwarna kuning tersebut merupakan PbI dan endapan yang berwarna putih tersebut merupakan PbSO4. Ketika larutan KI kita tambah, maka kesetimbangan akan bergeser ke arah produk/ hasil reaksi. Dan ketika larutan K2SO4kita tambah, maka kesetimbangan akan bergeser kea rah reaktan.

3.      Percobaan III

Reaksi pada percobaan di atas memiliki persamaan reaksi sebagai berikut:
CuSO45H2O(s)                CuSO4 (s) + 5 H2O(g).
Ketika suhu dinaikkan, maka CuSO45H2O akan berubah menjadi CuSO4 dalam bentuk serbuk dan H2O dalam bentuk gas. Hal ini menunjukkan reaksi penguraian CuSO45H2O merupakan reaksi endoterm. Karena jika suhu ditingkatkan maka pergeseran kesetimbangan akan mengarah ke reaksi endoterm. Setelah terbentuk CuSO4, dan diberi air. Maka warnanya akan berubah menjadi biru telur asin agak tua dan wujudnya berubah menjadi padat. Hal ini membuktikan bahwa penambahan konsentrasi H2O akan menyebabkan kesetimbangan bergeser ke arah reaktan.

V.                PERTANYAAN

1.      Percobaan I

a.       Apa pengaruh penambahan larutan KSCN, FeCl3, Na2HPO4,dan aquades terhadap larutan pada percobaan di atas?

Jawab:

     Larutan pada tabung reaksi 1 tidak mengalami perubahan warna karena tidak ditambahkan ion atau zat  apapun. Sehingga pada tabung reaksi 1 tidak mengalami pergeseran kesetimbangan yang ditandai dengan tidak adanya perubahan warna.
     Larutan pada tabung reaksi 2 mengalami perubahan warna setelah ditambahkan 1 tetes larutan pekat KSCN yakni warna yang semula coklat muda seperti teh, berubah menjadi coklat tua agak kemerahan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada tabung reaksi 2 telah mengalami pergeseran kesetimbangan yang ditandai dengan adanya perubahan warna. Pergeseran kesetimbangan pada tabung reaksi 2 mengarah ke arah produk/ hasil reaksi.
     Larutan pada tabung reaksi 3 mengalami perubahan warna setelah ditambahkan 1 tetes larutan pekat FeCl3 yakni warna yang semula coklat muda seperti teh, berubah menjadi coklat tua agak kemerahan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada tabung reaksi 3 telah mengalami pergeseran kesetimbangan yang ditandai dengan adanya perubahan warna. Pergeseran kesetimbangan pada tabung reaksi 3 mengarah ke arah produk/ hasil reaksi.
     Larutan pada tabung reaksi 4 mengalami perubahan warna setelah ditambahkan sedikit kristal Na2HPO4 yakni warna yang semula coklat muda seperti teh, berubah menjadi coklat muda seperti teh namun lebih jernih. Hal ini karena penambahan konsentrasi Na2HPO4 akan mengikat Fe3+ dan otomatis akan mengurangi jumlah konsentrasi Fe3SCN dalam larutan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada tabung reaksi 4 telah mengalami pergeseran kesetimbangan yang ditandai dengan adanya perubahan warna. Pergeseran kesetimbangan pada tabung reaksi 4 mengarah ke arah reaktan/ pereaksi.
     Larutan pada tabung reaksi 5 mengalami perubahan warna setelah ditambahkan 5 ml H2O yakni warna yang semula coklat muda seperti teh, berubah menjadi coklat muda seperti teh namun lebih jernih. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada tabung reaksi 5 telah mengalami pergeseran kesetimbangan yang ditandai dengan adanya perubahan warna. Pergeseran kesetimbangan pada tabung reaksi 4 mengarah ke arah reaktan/ pereaksi.

b.      Apakah bedanya pengaruh pengenceran pada campuran ion SCN- dan Fe3+ dibandingkan dengan pengenceran air teh? Jelaskan!

Jawab :

     Jika dilihat dari persamaannya, pengenceran campuran ion SCN- dan Fe3+ dengan pengenceran air teh, warnanya akan sama-sam berubah menjadi lebih jernih. Namun hal itu akan sangat berbeda jika kita lihat dari reaksinya.
     FeCl3 + KSCN      Fe3SCN + KCl
Penambahan H2O dalam reaksi tersebut, akan menyebabkan larutnya ion-ion pereaksi oleh H2O. Hal ini akan menyebabkan berkurangnya jumlah senyawa FeCl3 dan KSCN yang akan bereaksi. Hal ini akan meyebabkan bergesernya kesetimbangan ke arah reaktan dengan diindikasikan oleh suatu perubahan warna yang menjadi lebih jernih.
     Sedangkan dalam kasus pengenceran air teh, tidak ada reaksi apapun yang menyebabkan perubahan warna. Namun hanya saja, kepekatan warna teh saja yang berkurang setelah ditambahkan dengan H2O. Sehingga air teh berubah menjadi lebih jernih.


2.      Percobaan II

a.       Tuliskan kedua reaksi yang terjadi dari percobaan di atas?

Jawab :

PbSO4 + 2KI         PbI + K2SO4

PbSO4      : berwarna putih
KI             : berwarna jernih
PbI            : berwarna kuning
K2SO4       : berwarna jernih

b.      Bagaimana hubungan antara kedua reaksi tersebut?

Jawab :

Ketika PbSO4 ditambahkan dengan KI, maka akan menghasilkan endapan yang berwarna kuning. Setelah endapan dicuci dengan Aquades sebanyak 10 kali, endapan tersebut akan ditambahkan K2SO4 dan warnanya berubah menjadi putih kembali. Endapan berwarna kuning tersebut merupakan PbI dan endapan yang berwarna putih tersebut merupakan PbSO4. Perubahan warna tersebut mengindikasikan bahwa teori tentang konsentrasi larutan dapat mempengaruhi kesetimbangan kimia itu benar. Ketika larutan KI kita tambah, maka kesetimbangan akan bergeser ke arah produk/ hasil reaksi. Dan ketika larutan K2SO4 kita tambah, maka kesetimbangan akan bergeser kea rah reaktan. Hal ini mengindikasikan bahwa konsentrasi larutan dapat mempengaruhi kesetimbangan kimia.

3.      Percobaan III
a.       Bagaimanakah warna tembaga (II) sulfat sebelum dipanaskan dan setelah di tambah air?

Jawab      :

     Warna tembaga (II) sulfat sebelum dipanaskan adalah biru tua, sedangkan setelah ditambah air adalah berwarna biru tua telur asin.

b.      Termasuk ke dalam reaksi jenis apa pemanasan CuSO45H2O?

Jawab      :

     Reaksi pemanasan CuSO45H2O merupakan reaksi penguraian CuSO45H2O yang menghasilkan CuSO4 dalam bentuk serbuk dan H2O dalam bentuk gas. Sedangkan reaksi penguraian CuSO45H2O merupakan reaksi endoterm, hal ini terbukti dari analisi data kami diatas.

c.       Apakah yang dapat anda simpulkan dari percobaaan ini?

Jawab      :

     Suhu merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya pergeseran kesetimbangan hal ini terbukti dalam percobaan III yang telah kami lakukan. Sebelum itu, lebih enaknya kita mengetahui reaksi pemanasan CuSO45H2O.

CuSO45H2O(s)           CuSO4 (s) + 5 H2O(g).

Ketika CuSO45H2O dipanaskan, maka bulir-bulir air yang terkandung didalamnya akan menguap dan menghasilkan zat baru yaitu CuSO4 dalam bentuk butiran. Hal ini mengindikasikan bahwa CuSO45H2O merupakan reaksi endoterm. Setelah CuSO4 ditambah air (dengan kata lain konsentrasi H2O ditambah) maka kesetimbangan akan bergeaser kearah reaktan, terbukti dengan perubahan warna yang menjadi lebih tua (walaupun warnya tidak seperti semula) dan teksturnya menjadi keras.

VI.             KESIMPULAN

a.      Percobaan I

1. Penambahan konsentrasi salah satu zat (berwujud aq atau gas) akan menyebabkan sistem kesetimbangan bergeser ke arah yang berlawanan dari zat yang ditambah. Dengan kata lain, jika konsentrasi reaktan ditambah maka kesetimbangan akan bergeser ke arah hasil reaksi. Sedangkan jika konsentrasi hasil reaksi ditambah maka kesetimbangan akan bergeser ke arah reaktan. Hal ini terbukti ketika kita menambahkan konsentrasi KSCN dan konsentrasi FeCl3 ke dalam larutan, akan menyebabkan kesetimbangan bergeser ke arah produk/ hasil reaksi. Sedangkan ketika kita menambahkan konsentrasi Na2HPO4 dan konsentrasi H2O ke dalam larutan, akan menyebabkan kesetimbangan bergeser ke arah reaktan.
2. Pengurangan konsentrasi salah satu zat (berwujud aq atau gas) akan menyebabkan sistem kesetimbangan bergeser ke arah zat itu sendiri. Dengan kata lain, jika konsentrasi reaktan dikurangi maka kesetimbangan akan bergeser ke arah reaktan. Sedangkan jika konsentrasi hasil reaksi dikurangi maka kesetimbangan akan bergeser ke arah hasil reaksi.
3. Asas La Chatelier yang menyatakan: “Bila pada sistem kesetimbangan diadakan aksi, maka sistem akan mengadakan reaksi sedemikian rupa sehingga pengaruh aksi itu menjadi sekecil-kecilnya.” adalah asas yang terbukti benar karena jika kita mengadakan aksi (dalam hal ini konsentrasi larutan ditambah) maka sistem akan mengalami reaksi yakni terdapat perubahan warna dan pergeseran sistem kesetimbangan.


b.      Percobaan II

Reaksi dapat balik atau reaksi setimbang memang benar-benar ada. Buktinya adalah ketika PbSO4 ditambahkan KI akan menghasilkan endapan PbI yang warnanya kuning. Sedangkan endapan PbI setelah ditambahkan K2SO4, akan menghasilkan endapan PbSO4 yang berwarna putih. Hal ini disebabkan oleh penambahan konsentrasi salah satu zat akan menyebabkan bergesernya kesetimbangan ke arah zat yang ditambah. Sehingga reaksi tersebut merupakan reaksi dapat balik dan persamaan reaksi dapat balik tersebut dapat dituliskan sebagai berikut:

PbSO4 + 2KI         PbI + K2SO4

c.       Percobaan III:

1. Peningkatan temperatur atau suhu akan menyebabkan sistem bergeser ke arah reaksi endoterm
2. Penurunan temperatur atau suhu akan mengakibatkan sistem bergeser ke arah reaksi eksoterm.
Hal ini terbukti dengan fakta bahwa ketika kita memanaskan CuSO45H2O akan menghasilkan CuSO4 dalam bentuk serbuk dan H2O(g). Disisi lain penguraian CuSO45H2Omenjadi zat-zat yang telah disebutkan tadi merupakan reaksi endoterm.

| LG |

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar