Social Icons

Selasa, 15 Januari 2013

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI UJI MAKANAN


BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Bahan makanan didalamnya terkandung zat makanan seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan garam mineral. Bahan makanan yang dikonsumsi sehari-hari harus mengandung nutrient yang diperlukan tubuh. Karbohidrat, lemak dan protein merupakan nutrient yang dibutuhkan dalam jumlah besar, sedangkan vitamin dan mineral dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil. Walaupun dibutuhkan sedikit bahan tersebut harus ada dalam menu makanan sehari-hari (Yuliatin, 2012).
Proses kimia di dalam tubuh dapat berlangsung dengan baik karena adanya enzim, suatu protein yang berfungsi sebagai biokatalis. Disamping itu Hb dalam SDP berfungsi sebagai pengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh bagian tubuh, adalah salah satu jenis protein (Tim Dosen, 2012: h. 37).
Berdasarkan uraian singkat diatas, maka dipandang perlu mengkaji lebih dalam dengan melakukan percobaan uji makanan.

B.  Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui kandungan dari beberapa bahan makanan yang diujikan.

C.  Manfaat
Adapun manfaat dari praktikum ini adalah agar memahami kandungan dari beberapa bahan makanan yang diujikan.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Komposisi tubuh dan beberapa kategori zat makanan. Tubuh manusia rata-rata mengandung 20% lemak, 15% protein, sedikit karbohidrat sekitar 1% dan sejumlah besar air. Juga banyak mengandung mineral makro dari Ca dan P sampai S dan Mg serta sejumlah kecil dari hampir semua elemen yang didapatkan dalam tabel periodik. Makanan manusia menggambarkan komposisi yang dibutuhkan dan terdiri dari banyak bahan makanan yang kaya akan air, bahan bersifat protein, lemak dan karbohidrat, serta bahan lain yang mengandung mineral-mineral makro. Mineral-mineral makro didapatkan sehubungan dengan zat-zat makanan lain kecuali kalau pemrosesan dan perifikasi dilakukan secara intensif. Dari semua zat makanan yang diketahui dapat dibagi menjadi enam bagian: protein, karbohidrat, lemak, vitamin mineral makro dan mikro. Dalam pembagian ini tidak termasuk air dan oksigen sebagai zat-zat makanan karena tidak diperlukan usaha untuk menghasilkan dan menyediakan keduanya (Linder, 1992: h. 16-17).
Makanan adalah substansi yang dimasukkan ke dalam tubuh dengan tujuan menyediakan bahan yang penting untuk pembentukan protoplasma baru atau mengganti protoplasma yang rusak, menyediakan energi yang sangat penting untuk pembentukan bermacam-macam aktivitas tubuh seperti kontraksi otot, sekresi kelenjar, sintesis bermacam-macam substansi, absorbsi makanan di saluran pencernaan, reabsorpsi substansi atau zat di tubuli ginjal, pertumbuhan dan reproduksi, dan menyediakan substansi esensial untuk pengaturan fungsi sel, dan alat tubuh secara keseluruhan (Tim Dosen, 2012: h. 37).
Dalam pola makanan kita, beras sebagai sumber karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi tubuh. Kira-kira 90% dari keseluruhan kebutuhan energi berasal dari sumber karbohidrat. Dalam metabolisme karbohidrat, kita ketahui bahwa glukosa dapat menghasilkan energi yang dihasilkan oleh tubuh yang dapat pula disimpan dahulu sebagai cadangan sumber energi dalam bentuk glikogen. Polisakarida ini digunakan oleh tubuh sewaktu-waktu tubuh membutuhkan energi. Sumber karbohidrat dalam makanan terutama berasal dari tumbuhan yang dibentuk melalui proses fotosintesis. Tumbuhan menyimpan karbohidrat untuk digunakan sebagai sumber energi (Poedjiadi, 2009: h. 376).
Pencernaan dan penyerapan zat-zat makanan makro. Untuk asimilasi zat-zat makanan oleh tubuh, bahan-bahan makanan yang masih bersifat volunteer harus terlebih dahulu mendapat proses mastikasi dan pencernaan. Dalam proses ini, zat-zat polimerik seperti pati, protein dan trigliserida dipecah menjadi bagian-bagian pembangunnya (building block) yaitu gila-gula monomerik, asam-asam amino, asam-asam lemak dan lain-lain. Proses pemecahan ini dibutuhkan untuk penyerapan ke dalam tubuh, kecuali untuk vitamindan unsure inorganik (Poedjiadi, 2009: h. 17).
Vitamin adalah komponen tambahan makanan yang berperan sangat penting dalam gizi manusia. Banyak vitamin tidak stabil dalam kondisi pemrosesan tertentu dan penyimpanan dank arena itu aras kandungan vitamin dalam makanan yang diproses dapat sangat menurun. Vitamin sintetik dipakai secara luas untuk menggantikan vitamin yang hilang dan untuk mengembalikan aras kandungan vitamin dalam makanan (Deman, 1997: h. 393).
Untuk mengetahui kandungan zat nutrien yang terdapat dalam bahan makanan digunakan indikator uji makanan yang biasa dikenal dengan istilah reagen. Menurut (Ardhy, 2012) beberapa reagen yang banyak digunakan untuk mendeterminasi kandungan nutrien dalam makanan adalah:
  1.  Lugol/kalium yodida digunakan untuk menunjukkan kandungan bahan makanan jenis amilum (tepung).
  2. Benedict/fehling A dan fehling B digunakan untuk menunjukkan kandungan bahan makanan kelompok gula (monosakarida dan di sakarida).
  3. Millon/Molisch /Biuret digunakan untuk menunjukkan bahan makanan kelompok protein.


BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM

A.     Waktu dan Tempat
Adapun waktu dan tempat dilaksanakannya praktikum ini pada hari/tanggalkamis, 28 Juni 2012. Pukul 09:00 – 11:00 WITA. Tempat Laboratorium Biologi Dasar Jurusan Biologi Lantai IFakultas Sains dan TeknologiUniversitas Islam Negeri Alauddin MakassarSamata-Gowa.

B.  Alat dan Bahan
1.    Alat
Adapun alat pada praktikum yang dilakukan adalah neraca analitik, lumpang, tabung reaksi, plat tetes, pipet tetes, gelas kimia, kaki tiga, dan bunsen  
2.    Bahan
Adapun bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah alpukat, aluminium foil, aquadest, bakso, indomie, jeruk, pisang roti, tahu, tempe, tomat, vitacimin, dan larutan benedict, iod/lugol, biuret. 

C.  Prosedur Kerja
Adapun prosedur kerja pada pengamatan ini adalah :
1.    Uji benedict
  • Menggerus semua bahan makanan yang akan diuji menggunakan mortal.
  • Menimbang semua bahan makanan yang telah digerus masing-masing seberat 0,5 gram.
  • Memasukkan masing-masing bahan ke dalam tabung reaksi kemudian menambahkan larutan benedict sebanyak 2 ml dan setelah itu menghomogenkannya.
  • Memanaskan semua bahan dalam tabung reaksi menggunakan gelas kimia hingga suhu 70 0C, kemudian mendiamkan selama 5 menit.
  • Mengamati perubahan setiap bahan makanan dalam tabung reaksi, dan mencatat hasil pengamatan.
2.    Uji Iod
  • Menggerus semua bahan yang akan diuji, lalu mengambil sebanyak 0,5 gram dari setiap bahan yang telah digerus.
  • Meletakkan setiap bahan pada plat tetes, kemudian memberi label.
  • Menambahkan larutan iod sebanyak dua tetes untuk setiap bahan.
  • Mengamati perubahan warna yang terjadi.
  • Mencatat hasil pengamatan.
3.    Uji Biuret
  • Menggerus semua bahan yang akan diuji, lalu mengambil sebanyak 0,5 gram dari setiap bahan yang telah digerus.
  • Meletakkan setiap bahan pada plat tetes, kemudian memberi label.
  • Menambahkan larutan biuret sebanyak dua tetes untuk setiap bahan.
  • Mengamati perubahan warna yang terjadi.
  • Mencatat hasil pengamatan.
4.    Uji vitamin C
  • Memasukkan semua bahan makanan yang telah digerus kedalam tabung reaksi.
  • Menambahkan 5 ml aquadest dan 5 ml larutan iod/lugol.
  • Menghomogenkannya dan mengamati perubahan warna yang terjadi.
  • Mencatat hasil pengamatan.


BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A.  Hasil Pengamatan
Adapun hasil pengamatan pada praktikum ini adalah :
1.    Tabel pengamatan uji makanan
No
Bahan Makanan
Perubahan Warna Setelah Ditetesi
Benedict
Iod
Biuret
Iod
(Vit. C)
1
Tempe
Biru,
endapan coklat
Hitam
Ungu
Orange
2
Tahu
Biru,
endapan ungu
Kuning
Ungu
Jingga
3
Pisang
Cokelat,
Endapan orange
Hitam
Biru kehitaman
cokelat
4
Roti
Jingga,
endapan jingga
Hitam
Kuning kehijaun
Hitam
5
Bakso
Biru,
endapan cokelat
Hitam
Ungu
Hitam
6
Indomie
Orange,
endapan coklat
Hitam
Biru
Hitam
7
Jeruk
Hijau kekuningan, endapan orange
Merah bata
Kuning kehijauan
Merah bata
8
Tomat
Hijau kekuningan, endapan merah
Merah bata
Kuning keruh
Merah bata
9
Vit. C
Hitam,
endapan orange
Kuning cerah
Hijau kekuningan
Kuning
10
Alpukat
Biru,
endapan jingga
Coklat tua
Hijau kebiruan
Orange

2.    Tabel pengamatan kandungan nutrien pada makanan
No
Bahan Makanan
Kandungan
Glukosa
Amilum
Protein
Vitamin C
1
Tempe
+
+
+
+
2
Tahu
-
+
+
-
3
Pisang
+
+
-
+
4
Roti
+
+
+
-
5
Bakso
+
+
+
-
6
Indomie
+
+
+
-
7
Jeruk
+
-
-
+
8
Tomat
+
-
-
+
9
Vit. C
+
-
-
+
10
Alpukat
+
-
-
+

B.  Pembahasan
Makanan diperlukan oleh tubuh makhluk hidup sebagai sumber energi. Selain sebagai sumber energi makanan juga dibutuhkan oleh tubuh makhluk hidup untuk mengatur metabolisme, perbaikan jaringan yang rusak atau tua, pertumbuhan dan pembangunan tubuh, serta pertahanan terhadap bibit penyakit. Setiap bahan makanan yang dikomsumsi mengandung zat nutrien yang berbeda-beda. Untuk mengetahui kandungan zat nutrien yang terdapat dalam bahan makanan digunakan indikator uji makanan yang biasa dikenal dengan istilah reagen.
Pada pengamatan uji makanan digunakan beberapa jenis reagen untuk mendeterminasi kandungan nutrien dalam makanan meliputilarutan benedict untuk mendeteksi adanya glukosa yang ditandai dengan beberapa indikator perubahan setelah dipanaskan yakni warna merah bata, merah, hijau kuning, orange dan coklat pada sampel bahan makanan. Larutan lugol atau iod untuk mendeteksi adanyan karbohidrat yang ditandai dengan perubahan warna biru tua hingga hitam pada sampel bahan makanan. Larutan biuret untuk mendeteksi adanya kandungan protein yang ditandai dengan perubahan warna hijau hingga ungu pada sampel bahan makanan serta larutan iod/lugol atau Vit. C untuk mendeteksi adanya kandungan vitamin C pada sampel behan makanan yang ditandai dengan perubahan warna orange.
Sebelum mendeteksi adanya kandungan glukosa, karbohidrat, protein, dan vitamin C pada masing-masing makanan yang diujikan maka terlebih dahulu setiap makanan dihaluskan dengan cara digerus dengan lumpang. Setelah halus, masing-masing makanan di taruh pada kertas aluminium foil  dan ditimbang sebanyak tiga kali dengan neraca analitik hingga beratnya mencapai 0,5 gr. Kemudian untuk dua sampel pertama dari jenis bahan makanan yang sama diletakkan pada plat tetes dan ditetesi sebanyak 5 tetes dengan dua jenis reagen yang berbeda yaitu larutan iod atau lugol dan biuret. Stetelah ditetesi masing-masing makanan diaduk dengan batang pengaduk dan diamati perubahan warnanya. Kemudian dilakukan uji vitamin C dengan memasukkan masing-masing dari sampel bahan makanan ke dalam tabung reaksi dan ditambahan 5 ml aquadest serta 5 ml larutan pereksi yaitu iod/lugol  lalu dihomegenkan dan diamati perubahan warnanya. Adapun untuk uji benedict, masing-masing makanan yang telah ditimbang dimasukkan kedalam tabung reaksi lalu dihomogenkan dan dipanaskan dengan penangas hingga suhu 700C kemudian didiamkan selama 5 menit lalu diamati perubahan warnanya
Adapun hasil pengamatan yang diperoleh dari praktikum ini adalah :
  1. Uji bahan makanan tempe setelah dilakukan uji benedict, iod/ lugol, biuret, dan iod/lugol Vit. C menghasilkan perubahan warna berturut-turut adalah biru dengan endapan coklat, hitam, ungu, dan orange. Dari perubahan warna yang diperoleh maka tempe memiliki kandungan glukosa, karobihidrat, protein, dan vitamin C.
  2. Uji bahan makanan tahu setelah dilakukan uji benedict, iod/ lugol, biuret, dan iod/lugol Vit. C menghasilkan perubahan warna berturut-turut adalah biru dengan endapan ungu, kuning, ungu, dan jingga. Dari perubahan warna yang diperoleh maka tahu memiliki kandungan karbohidrat, protein, dan vitamin C.
  3. Uji bahan makanan pisang setelah dilakukan uji benedict, iod/ lugol, biuret, dan iod/lugol Vit. C menghasilkan perubahan warna berturut-turut adalah cokelat dengan endapan orange, hitam, biru kehitaman, dan coklat. Dari perubahan warna yang diperoleh maka pisang memiliki kandungan glukosa, karbohidrat, dan vitamin C.
  4. Uji bahan makanan roti setelah dilakukan uji benedict, iod/ lugol, biuret, dan iod/lugol Vit. C menghasilkan perubahan warna berturut-turut adalah jingga dengan endapan jingga, hitam, kuning kehijauan, dan hitam. Dari perubahan warna yang diperoleh maka roti memiliki kandungan glukosa, karbohidrat, dan protein.
  5. Uji bahan makanan bakso setelah dilakukan uji benedict, iod/ lugol, biuret, dan iod/lugol Vit. C menghasilkan perubahan warna berturut-turut adalah biru dengan endapan coklat, hitam, biru, dan hitam. Dari perubahan warna yang diperoleh maka bakso memiliki kandungan glukosa, karbohidrat, dan protein.
  6. Uji bahan makanan indomie setelah dilakukan uji benedict, iod/ lugol, biuret, dan iod/lugol Vit. C menghasilkan perubahan warna berturut-turut adalah orange dengan endapan coklat, hitam, biru, dan hitam. Dari perubahan warna yang diperoleh maka indomie memiliki kandungan glukosa, karbohidrat, dan protein.
  7. Uji bahan makanan jeruk setelah dilakukan uji benedict, iod/ lugol, biuret, dan iod/lugol Vit. C menghasilkan perubahan warna berturut-turut adalah hijau kekuningan dengan endapan orange, merah bata, kuning kehijauan, dan merah bata. Dari perubahan warna yang diperoleh maka jeruk memiliki kandungan glukosa dan vitamin C.
  8. Uji bahan makanan tomat setelah dilakukan uji benedict, iod/ lugol, biuret, dan iod/lugol Vit. C menghasilkan perubahan warna berturut-turut adalah hijau kekuningan dengan endapan orange, merah bata, kuning keruh, dan merah bata. Dari perubahan warna yang diperoleh maka tomat memiliki kandungan glukosa dan vitamin C.
  9. Uji bahan makanan vitamin C setelah dilakukan uji benedict, iod/ lugol, biuret, dan iod/lugol Vit. C menghasilkan perubahan warna berturut-turut adalah hitan dengan endapan orange, kuning cerah, hijau kekuningan, dan kuning. Dari perubahan warna yang diperoleh maka vitamin C memiliki kandungan glukosa dan vitamin C.
  10. Uji bahan makanan alpukat setelah dilakukan uji benedict, iod/ lugol, biuret, dan iod/lugol Vit. C menghasilkan perubahan warna berturut-turut adalah hitan dengan endapan jingga, cokelat tua, hijau kebiruan, dan orange. Dari perubahan warna yang diperoleh maka alpukat memiliki kandungan glukosa dan vitamin C.


BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A.     Kesimpulan
Adapun kesimpulan pada praktikum ini adalah bahan makanan yang mengandung karbohidrat (glukosa) yaitu antara lain tempe, pisang, roti, bakso, indomie, jeruk, tomat, vitamin C, dan alpukat. Bahan makanan yang mengandung karbohidrat (amilum) yaitu antara lain tempe, tahu, pisang, roti, bakso, dan indomie. Bahan makanan yang mengandung protein yaitu antara lain tempe, tahu, roti, bakso, indomie. Bahan makanan yang mengandung vitamin C yaitu antara lain tempe, pisang, jeruk, tomat, vitacimin, dan alpukat.

B.     Saran
Adapun saran yang bisa diberikan untuk pelaksanaan praktikum ini adalah sebaiknya pada saat mengamati perubahan warna yang ditimbulkan oleh tiap-tiap bahan makanan harus dilakukan dengan teliti dan cermat agar tidak terjadi kesalahan yang dapat mempengaruhi hasil praktikum.


DAFTAR PUSTAKA

Ardhy. Uji Makanan.  Blog Ardhy, http://prestasiherfen.blogspot.com (27 Juni 2012).
Deman, John M, Kimia Makanan. Bandung: penerbit ITB, 1997.
Linder, Maria C, Biokimia Nutrisi Dan Metabolisme. Jakarta: UI Press, 1992.
PoedjiadiAnna. Dasar-Dasar BiokimiaJakarta: Universitas Indonesia, 2009.
Tim Dosen, Penuntun Praktikum Fisiologi Hewan. Makassar: UIN Alauddin Makassar. 2012.

| LG |

Tidak ada komentar:

Posting Komentar