Social Icons

Minggu, 06 Mei 2012

KLASIFIKASI IKLIM DAN PENGARUH IKLIM TERHADAP KEHIDUPAN



KLASIFIKASI IKLIM
A.Iklim Matahari
Pembagian iklim matahari didasarkan pada banyak sedikitnya sinar matahari atau berdasarkan letak dan kedudukan matahari terhadap permukaan bumi.




Kedudukan matahari dalam setahun adalah :
  1. Matahari beredar pada garis khatulistiwa (garis lintang 0º) tanggal 21 Maret
  2. Matahari beredar pada garis balik utara (23,5º LU) tanggal 21 Juni
  3. Matahari beredar pada garis khatulistiwa (garis lintang 0º) tanggal 23 September
  4. Matahari beredar pada garis balik selatan (23,5º LS) tanggal 22 Desember
Pembagian daerah iklim matahari berdasarkan letak lintang adalah sebagai berikut.
  1. Daerah iklim tropis
Iklim Tropis terletak antara 0° - 23½° LU dan 0° - 23½° LS. Ciri – ciri iklim tropis adalah sebagai berikut :
    • Suhu udara rata – rata tinggi, karena matahari selalu vertikal. Umumnya suhu udara antara 20° - 23° C. Bahkan dibeberapa tempat suhu tahunannya mencapai 30°C.
    • Amplitudo suhu rata – rata tahunan kecil. Di khatulistiwa antara 1° - 5° C, sedangkan amplitudo hariannya besar.
    • Tekanan udara lebih rendah dan perubahannya secara perlahan dan beraturan.
    • Hujan banyak dan umumnya lebih banyak dari daerah lain di dunia.
2.      Daerah iklim subtropis
Iklim subtropis terletak antara 23½° - 40° LU dan 23½° - 40° LS. Daerah ini merupakan peralihan antara iklim tropis dan iklim sedang. Ciri – ciri iklim subtropis adalah sebagai berikut:
o    Batas yang tegas tidak dapat ditentukan dan merupakan daerah peralihan dari daerah iklim tropis dan iklim sedang.
o    Terdapat empat musim, yaitu musim semi, musim panas, musim gugur, dan musin dingin. Tetapi pada iklim ini musim panas tidak terlalu panas dan musim dingin tidak terlalu dingin.
o    Suhu sepanjang tahun tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin.
o    Daerah subtropis yang musim hujannya jatuh pada musim dingin dan musim panasnya kering disebut daerah Iklim Mediterania. Jika hujan jatuh pada musim panas dan musim dinginnya kering disebut Daerah Iklim Tiongkok.
3.      Daerah iklim sedang
Iklim sedang terletak antara 40° - 66½° LU dan 40° - 66½° LS. Ciri – ciri iklim sedang adalah sebagai berikut :
o    Banyak terdapat gerakan – gerakan udara siklonal, tekanan udara yang sering berubah – ubah, arah angin yang bertiup berubah – ubah tidak menentu, dan sering terjadi badai secara tiba – tiba.
o    Amplitudo suhu tahunan lebih besar dan amplitudo suhu harian lebih kecil dibandingkan dengan yang terdapat pada daerah iklim tropis.
4.      Daerah iklim dingin
Iklim dingin terdapat di daerah kutub. Oleh sebab itu iklim ini disebut pula sebagai iklim kutub. Iklim dingin dapat dibagi dua, yaitu iklim tundra dan iklim es.
Ciri – ciri iklim tundra adalah sebagai berikut :
o    Musim dingin berlangsung lama
o    Musim panas yang sejuk berlangsung singkat.
o    Udaranya kering.
o    Tanahnya selalu membeku sepanjang tahun.
o    Di musim dingin tanah ditutupi es dan salju.
o    Di musim panas banyak terbentuk rawa yang luas akibat mencairnya es di permukaan tanah.
o    Vegetasinya jenis lumut-lumutan dan semak-semak.
o    Wilayahnya meliputi: Amerika utara, pulau-pulau di utara Kanada, pantai selatan Greenland, dan pantai utara Siberia.
Ciri – ciri iklim es adalah sebagai berikut :
o    Suhu terus-menerus rendah sekali sehingga terdapat salju abadi.
o    Wilayahnya meliputi: kutub utara, yaitu Greenland (tanah hijau) dan Antartika di kutub selatan.

B. Iklim Fisis
         Iklim fisis adalah berdasarkan fakta sesungguhnya di suatu wilayah muka bumi sebagai hasil pengaruh lingkungan alam yang terdapat di wilayah tersebut. Misalnya, pengaruh lautan, daratan yang luas, relief muka bumi, angin, dan curah hujan.
Iklim fisis terdiri dari :
1.      Iklim laut (Maritim)
Iklim laut berada di daerah tropis dan subtropis; dan daerah sedang. Keadaan iklim kedua daerah berbeda. Ciri iklim laut di daerah tropis dan sub tropis sampai garis lintang 40°, adalah sebagai berikut:
o    Suhu rata-rata tahunan rendah
o    Amplitudo suhu harian rendah/kecil
o    Banyak awan
o    Sering hujan lebat disertai badai.
Ciri-ciri iklim laut di daerah sedang, yaitu sebagai berikut:
o    Amplitudo suhu harian dan tahunan kecil
o    Banyak awan
o    Banyak hujan di musim dingin dan umumnya hujan rintik-rintik
o    Pergantian antara musim panas dan dingin terjadi tidak mendadak dan tiba-tiba.
2.      Iklim Darat (Kontinen)
Iklim darat dibedakan di daerah tropis dan sub tropis, dan di daerah sedang. Ciri-ciri iklim darat di daerah tropis dan sub tropis sampai lintang 40º , yaitu sebagai berikut :
o    Amplitudo suhu harian sangat besar sedang tahunannya kecil
o    Curah hujan sedikit dengan waktu hujan sebentar disertai taufan. 

Ciri iklim darat di daerah sedang, yaitu sebagai berikut:
o    Amplitudo suhu tahunan besar
o    Suhu rata-rata pada musim panas cukup tinggi dan pada musim dingin rendah
o    Curah hujan sangat sedikit dan jatuh pada musim panas.
3.      Iklim Dataran Tinggi
Iklim ini terdapat di dataran tinggi dengan ciri-ciri, adalah sebagai berikut:
o    Amplitudo suhu harian dan tahunan besar
o    Udara kering
o    Lengas (kelembaban udara) nisbi sangat rendah
o    Jarang turun hujan.
4.      Iklim Gunung
Iklim gunung terdapat di dataran tinggi, seperti di Tibet dan Dekan. Ciri-cirinya, yaitu sebagai berikut:
o    Amplitudo suhu lebih kecil dibandingkan iklim dataran tinggi
o    Terdapat di daerah sedang
o    Amplitudo suhu harian dan tahunan kecil
o    Hujan banyak jatuh di lereng bagian depan dan sedikit di daerah bayangan hujan
o    Kadang banyak turun salju
5.      Iklim Musim (Muson)
Iklim ini terdapat di daerah yang dilalui iklim musim yang berganti setiap setengah tahun. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut:
o    Setengah tahun bertiup angin laut yang basah dan menimbulkan hujan
o    Setengah tahun berikutnya bertiup angin barat yang kering dan akan menimbulkan musim kemarau.

C.Iklim Junghuhn
         F. Junghuhn seorang berkebangsaan Belanda mengadakan penelitian di Sumatra Selatan dan Dataran Tinggi Bandung. Berdasarkan hasil penelitiannya F. Junghuhn membagi iklim di Indonesia berdasarkan ketinggian tempat.
Empat daerah iklim menurut F. Junghuhn adalah sebagai berikut.
1.      Zona Iklim Panas
Zona iklim panas terletak pada daerah dengan ketinggian antara 0 – 650
meter dan temperatur antara 26,3 °C – 22 °C.
2.       Zona Iklim Sedang
Zona iklim sedang terletak pada daerah dengan ketinggian antara 650 – 1500
meter dan temperatur antara 22 °C – 17,1 °C.
3.      Zona Iklim Sejuk
Zona iklim sejuk terletak pada daerah dengan ketinggian antara 1500 – 2500
meter dan temperatur antara 17,1 °C – 11,1 °C.
4.       Zona Iklim Dingin
Zona iklim dingin terletak pada daerah dengan ketinggian di atas 2500  meter dan temperatur kurang dari 11,1 °C.
D.Iklim Koppen
         Pada tahun 1918 Dr Wladimir Koppen (ahli ilmu iklim dari Jerman) membuat klasifikasi iklim seluruh dunia berdasarkan suhu dan kelembaban udara. Kedua unsur iklim tersebut sangat besar pengaruhnya terhadap permukaan bumi dan kehidupan di atasnya. Berdasarkan ketentuan itu Koppen membagi iklim dalam lima daerah iklim pokok. Masing-masing daerah iklim diberi simbol A, B, C, D, dan E.
1.      Iklim A atau iklim tropis. Cirinya adalah sebagai berikut:
·         suhu rata-rata bulanan tidak kurang dari 18°C,
·         suhu rata-rata tahunan 20°C-25°C,
·         curah hujan rata-rata lebih dari 70 cm/tahun, dan
·         tumbuhan yang tumbuh beraneka ragam.
2.      Iklim B atau iklim gurun tropis atau iklim kering, dengan ciri sebagai berikut:
·         Terdapat di daerah gurun dan daerah semiarid (steppa);
·         Curah hujan terendah kurang dari 25,4/tahun, dan penguapan besar;
3.      Iklim C atau iklim sedang.
Ciri-cirinya adalah suhu rata-rata bulan terdingin antara 18° sampai -3°C.
4.      Iklim D atau iklim salju atau microthermal.
Ciri-cirinya adalah sebagai berikut: Rata-rata bulan terpanas lebih dari 10°C, sedangkan suhu rata-rata bulan terdingin kurang dari – 3°C.
5.      Iklim E atau iklim kutub .
Cirinya yaitu terdapat di daerah Artik dan Antartika, suhu tidak pernah lebih dari 10°C, sedangkan suhu rata-rata bulan terdingin kurang dari – 3°C.
         Dari kelima daerah iklim tersebut sebagai variasinya diperinci lagi menjadi beberapa macam iklim, yaitu:
1.      Daerah iklim A, terbagi menjadi empat macam iklim, yaitu sebagai berikut:
1)      Af = Iklim panas hujan tropis.
2)      As = Iklim savana dengan musim panas kering.
3)      Aw = Iklim savana dengan musim dingin kering.
4)      Am = Iklim antaranya, musim kering hanya sebentar.
2.      Daerah iklim B, terbagi menjadi dua macam iklim, yaitu:
1)      Bs = Iklim steppa, merupakan peralihan dari iklim gurun (BW) dan iklim lembab dari iklim A, C, dan D.
2)       BW = Iklim gurun.
3)       Daerah iklim C, terbagi menjadi tiga macam iklim, yaitu:
Ø  Cs = Iklim sedang (laut) dengan musim panas yang kering atau iklim lembab agak panas kering.
Ø  Cw = Iklim sedang (laut) dengan musim dingin yang kering atau iklim lembab dan sejuk.
Ø  Cf = Iklim sedang (darat) dengan hujan pada semua bulan.
Ø   Daerah iklim D, terbagi dua macam iklim, yaitu:
a)      Dw = Iklim sedang (darat) dengan musim dingin yang kering.
b)     Df = Iklim sedang (darat) dengan musim dingin yang lembab.
c)      Daerah iklim E, terbagi menjadi 2 macam iklim, yaitu:
Ø  ET = Iklim tundra, temperatur bulan terpanas antara 0( sampai 10(C.
Ø   Ef = Iklim salju , iklim dimana terdapat es abadi.

         Perlu Anda ketahui bahwa menurut Koppen di Indonesia terdapat tipe-tipe iklim Af, Aw, Am, C, dan D yaitu:
v  Af dan Am = terdapat di daerah Indonesia bagian barat, tengah, dan utara, seperti Jawa Barat, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi Utara.
v  Aw = terdapat di Indonesia yang letaknya dekat dengan benua Australia seperti daerah-daerah di Nusa Tenggara, Kepulauan Aru, dan Irian Jaya pantai selatan.
v  C = terdapat di hutan-hutan daerah pegunungan.
v  D = terdapat di pegunungan salju Irian Jaya.
E. Iklim Thornthwaite
         C.W.Thornthwaite (1993) membuat klasifikasi iklim berdasarkan pada curah hujan yang sangat penting untuk tanaman,sehingga selain jumlah curah hujan yang dipakai oleh  tanaman akan lebih kecil dari pada penguapannya kecil,pada jumlah curah hujan yang sama. Thornthwaite menghitung ratio keefektifan curah hujan (precipatation effectiveness) atau ratio P-E sebagai jumlah curah hujan (P=presipitasi) bulanan dibagi dengan jumlah penguapan (E=evaporasi) bulanan,yaitu ratio P-E=P/E jumlah 12 bulan ratio P-E disebutkan indeks P/E.
         Masing-masing golongan kelembapan dan golongan suhu di komfermasikan dengan penyebaran curah hujan musiman.penyebaran curah hujan musiman dibedakan:
            r = curah hujan banyak pada setiap musim.
            s = defisit curah hujan pada musim panas
            w = defisit curah hujan pada musim dingin
            d = defisit curah hujan pada setiap musim

F. Iklim Mohr  
         Berdasarkan penelitian tanah,Mohr membagi tiga derajat kembapan dari bulan-bulan sepajang tahun yaitu.
a.       Jika curah hujan dalam 1 bulan lebih dari 100mm,maka bulan ini dinamakan
bulan basa;jumlah curah hujan ini melampaui penguapan.
    G.Iklim schimdt dan ferguson
         Sistem klasifikasi iklim ini banyak digunakan dalam bidang kehutanan dan perkebunan serta sudah sangat dikenal di Indonesia. Kriteria yang digunakan adalah dengan penentuan nilai Q, yaitu perbandingan antara bulan kering (BK) dan bulan basah (BB) dikalikan 10% (Q = BK / BB x 100%).
         Klasifikasi ini merupakan modifikasi atau perbaikan dari sistem klasifikasi Mohr (Mohr menentukan berdasarkan nilai rata-rata curah hujan bulanan selama periode pengamatan). BB dan BK pada klasifikasi Schmidt-Ferguson ditentukan tahun demi tahun selama periode pengamatan yang kemudian dijumlahkan dan dihitung rata-ratanya.
Kriteria bulan basah dan bulan kering (sesuai dengan kriteria Mohr) adalah :
1)      Bulan Basah (BB)  Bulan dengan curah hujan > 100 mm
2)      Bulan Lembab (BL)  Bulan dengan curah hujan antara 60 – 100 mm
3)      Bulan Kering (BK)  Bulan dengan curah hujan < 60 mm
         Klasifikasi iklim Schmidt-Ferguson ditentukan dari nilai Q yang dikelompokkan menjadi 8 tipe iklim, yaitu : 
Tabel 3. Klasifikasi Schmidt-Ferguson
Tipe Iklim
Nilai Q (%)
Keadaan Iklim dan Vegetasi
A
< 14,3
Daerah sangat basah, hutan hujan tropika
B
14,3 – 33,3
Daerah basah, hutan hujan tropika
C
33,3 – 60,0
Daerah agak basah, hutan rimba, daun gugur pada musim kemarau
D
60,0 – 100,0
Daerah sedang, hutan musim
E
100,0 – 167,0
Daerah agak kering, hutan sabana
F
167,0 – 300,0
Daerah kering, hutan sabana
G
300,0 – 700,0
Daerah sangat kering, padang ilalang
H
> 700,0
Daerah ekstrim kering, padang ilalang
H.Iklim oldeman
         Klasifikasi iklim Oldeman tergolong klasifikasi yang baru di Indonesia dan pada beberapa hal masih mengundang diskusi mengenai batasan atau kriteria yang digunakan. Namun demikian untuk keperluan praktis klasifikasi ini cukup berguna terutama dalam klasifikasi lahan pertanian tanaman pangan di Indonesia. 
         Klasifikasi iklim ini diarahkan kepada tanaman pangan seperti padi dan palawija. Dibandingkan dengan metode lain, metode ini sudah lebih maju karena sekaligus memperhitungkan unsur cuaca lain seperti radiasi matahari dikaitkan dengan kebutuhan air tanaman.
 
         Oldeman membuat sistem baru dalam klasifikasi iklim yang dihubungkan dengan pertanian menggunakan unsur iklim hujan. Ia membuat dan menggolongkan tipe-tipe iklim di Indonesia berdasarkan pada kriteria bulan-bulan basah dan bulan-bulan kering secara berturut-turut. Kriteria dalam klasifikasi iklim didasarkan pada perhitungan bulan basah (BB), bulan lembab (BL) dan bulan kering (BK) dengan batasan memperhatikan peluang hujan, hujan efektif dan kebutuhan air pada tanaman  
Konsepnya adalah:
  1. Padi sawah membutuhkan air rata-rata per bulan 145 mm dalam musim hujan.
  2. Palawija membutuhkan air rata-rata per bulan 50 mm dalam musim kemarau.
  3. Hujan bulanan yang diharapkan mempunyai peluang kejadian 75% sama dengan 0,82 kali hujan rata-rata bulanan dikurangi 30.
  4. Hujan efektif untuk sawah adalah 100%.
  5. Hujan efektif untuk palawija dengan tajuk tanaman tertutup rapat adalah 75%.
         Dapat dihitung hujan bulanan yang diperlukan untuk padi atau palawija (X) dengan menggunakan data jangka panjang yaitu: 
Padi sawah: 
145 = 1,0 (0,82 X -30) 
X = 213 mm/bulan 
Palawija: 
50 = 0,75 (0,82 X - 30) 
X = 118 mm/ bulan. 
213 dan 118 dibulatkan menjadi 200 dan 100 mm/bulan yang digunakan sebagai batas penentuan bulan basah dan kering. 
Bulan Basah (BB) : Bulan dengan rata-rata curah hujan lebih dari 200 mm 
Bulan Lembab (BL) : Bulan dengan rata-rata curah hujan 100-200 mm 
Bulan Kering (BK) : Bulan dengan rata-rata curah hujan kurang dari 100 mm 
 Selanjutnya dalam penentuan klasifikasi iklim Oldeman menggunakan ketentuan panjang periode bulan basah dan bulan kering berturut-turut.
         Tipe utama klasifikasi Oldeman dibagi menjadi 5 tipe yang didasarkan pada jumlah pada jumlah bulan basah berturut-turut. Sedangkan sub divisinya dibagi menjadi 4 yang didasarkan pada jumlah bulan kering berturut-turut. 
Oldeman membagi tipe iklim menjadi 5 katagori yaitu A, B, C, D dan E. 
Tipe A : Bulan-bulan basah secara berturut-turut lebih dari 9 bulan. 
Tipe B : Bulan-bulan basah secara berturut-turut antara 7 sampai 9 bulan. 
Tipe C : Bulan-bulan basah secara berturut-turut antara 5 sampai 6 bulan. 
Tipe D : Bulan-bulan basah secara berturut-turut antara 3 sampai 4 bulan. 
Tipe E : Bulan-bulan basah secara berturut-turut kurang dari 3 bulan
 PENGARUH IKLIM TERHADAP KEHIDUPAN
A.Pengaruh Iklim Dan Cuaca Terhadap kehidupan Manusia
         Klimatologi adalah bagian kecil dari Meteorologi. Dalam mempelajari klimatologi terlebih dahulu perlu diketahui definisi dari cuaca dan iklim. Cuaca adalah keadaan atmosfera di suatu tempat dan waktu tertentu. Jadi pada tempat dan waktu yang berbeda cuaca akan berbeda pula. Adapun iklim adalah jalannya keadaan cuaca atau keseluruhan dari gejala-gejala cuaca di daerah tertentu dalam periode yang lama.
         Iklim di suatu tempat ditentukan oleh sejumlah unsur iklim seperti suhu, lengas udara, curah hujan, kecepatan angin, lama penyinaran matahari, dsb. Sebenarnya beberapa unsur iklim tersebut merupakan interaksi antara sejumlah faktor iklim yaitu penyebab-penyebab yang menentukan corak iklim, seperti letak lintang, arah angin, relief, tipe tanah, dan vegetasi.
         Pengaruh iklim terhadap kehidupan sangat besar, namun demikian ini tidak berarti antara iklim dan kehidupan selalu ada kaitan “sebab-akibat”. Manusia tidak bisa merubah iklim, yang bisa dilakukan manusia hanyalah mempengaruhi pengaruh iklim itu. Misalnya dengan menciptakan rumah kaca, membuat hujan buatan, dll.

Ada tiga wujud pengaruh iklim terhadap kehidupan :
  1. Pengaruh apabila suhu tetap, tetapi jumlah hujan berubah
  2. Pengaruh apabila suhu berubah dan jumlah hujan memadai
  3. Pengaruh iklim dalam waktu atau musim
         Pengaruh iklim tersebut tanpa disadari bisa membawa anomali iklim maupun bencana mikro bagi kehidupan. Pada musim pancaroba, arah angin di Kepulauan Indonesia tidak jelas dan tidak ada daerah yang perbedaan tekanan udaranya jelas. Oleh karena itu arah angin senantiasa berubah. Selain itu karena perbedaan pemanasan setempat, tidak jarang angin itu bergerak “berputar” seperti halnya gerakan angin “siklon” atau lebih akrab dikenal dengan istilah angin “puting beliung” atau angin “puyuh”.
         Kejadian angin puting beliung atau angin puyuh pada musim pancaroba dapat sedikit diterangkan sebagai berikut :
Pada saat dimana suhu di belahan bumi di sebelah utara seimbang dengan suhu di belahan bumi selatan, tekanan udara diatasnya pun tidak akan jauh berbeda. Kejadian tersebut akan terjadi dua kali selama setahun. Musim-musim itulah yang disebut dengan musim pancaroba di Indonesia. Musim pancaroba ini berlangsung kira-kira pada bulan Maret-April dan Oktober-November.
A.    Pengaruh iklim terhadap tubuh manusia
Iklim sangat berpengaruh terhadap tubuh manusia antara lain sebagai berikut:
a.       Suhu yang dingin membuat manusia menggigil kedinginan dan mempertebal pakaiannya ataupun selimutnya, makan makanan yang bereaksi memanaskan tubuh contoh kopi panas
b.      Mental dan emosi manusia dapat dipengaruhi oleh keadaan cuaca dan iklim.
Contoh pada suhu yang panas lebih cepat marah.
c.       Suhu ektrim dingin dapat menyebabkan gangguan pernafasan
d.      Suhu ektrim panas dapat menyebakan dehidrasi.
          
B.     Indeks ketidaknyamanan hidup
         Adanya keseimbangan itu membuat gerakan angin baik kekuatannya maupun arahnya menjadi tidak menentu. Karena suhu antara kedua belahan bumi berimbang, tekanan udaranya pun berimbang dan hampir tidak ada perbedaannya. Satu-satunya arah yang ada bagi gerakan angin itu adalah “ke atas”, maka musim pancaroba itu ditandai juga dengan banyaknya kejadian “angin berputar” sebagai akibat dari perbedaan tekanan udara setempat.
         Berikut di atas adalah sedikit penjelasan mengenai iklim dan pengaruhnya terhadap kehidupan, dan sebagai contoh kasus dewasa ini ialah perubahan musim yang begitu mencolok dan Fungsi utama dari arsitektur adalah harus mampu menciptakan lingkungan hidup yang lebih baik dengan cara menanggulangi tekanan iklim yang ada. "Stress" yang terjadi harus sesedikit mungkin. Suatu sistem guna mencapai kondisi keseimbangan antara iklim dan arsitektur sulit sekali untuk diketengahkan, sebab dalam hal ini banyak sekali cabang ilmu yang tersangkut.
         Usaha untuk menyeimbangkan antara iklim dan arsitektur, dilakukan dengan memanfaatkan unsur-unsur iklim yang ada, seperti angin, suhu udara, dan lain-lain, sehingga akhirnya manusia dapat memperoleh kenyamanan yang diharapkan.
Kenyamanan dapat dikategorikan dalam tiga bentuk, yaitu:
1.      Kenyamanan thermal
2.      Kenyamanan visual
3.       Kenyamanan Audivisual.
C.     Aklimatisasi
         Aklimatisasi adalah proses saat manusia (dan hewan ) dapat menyesuaikan diri terhadap koonndisi iklim yang tidak akrab.masalah utama dalam penyesuaian terhadap iklim baru seringkali tidak ada kaitannya dengan iklim tetapi muncul keriduan,kebosana,kejemuhan ,atau ketidak-cocokan social.Dalam arti yang sempit,maka aklimitasasi menenjukkan perubahan dalam tubuh manusia akibat perubahan iklim(Tjasjono,B,:1992:212)
         Pada daerah pegunungan penyesuaian diri dilakukan terhadap suhu dan tekanan udara yang rendah.suhu yang dingin menyebabkan manusia tidak mampu bertahan tanpa menggunakan selimut ataupun pakaian penghangat tubuh.
Read More..

Klasifikasi Iklim

Berdasarkan letak astronomis dan ketinggian tempat, iklim terbagi menjadi dua yaitu iklim matahari dan iklim fisis.
Sedangkan klasifikasi iklim menurut para ahli sebagai berikut :

 Iklim Matahari

 

Yaitu iklim yang didasarkan atas perbedaan panas matahari yang diterima permukaan bumi. Daerah-daerah yang berada pada lintang tinggi lebih sedikit memperoleh sinar matahari, sedangkan daerah yang terletak pada lintang rendah lebih banyak menerima sinar matahari, berdasarkan iklim matahari terbagi menjadi: iklim tropik; iklim sub tropik; iklim sedang dan iklim dingin.

Iklim Koppen
Wladimir Koppen seorang ahli berkebangsaan Jerman membagi iklim berdasarkan curah hujan dan temperatur menjadi lima tipe iklim :
 
Gambar : Iklim Koppen
1.  Iklim A, yaitu iklim hujan tropis. 
Dengan ciri temperatur bulanan rata-rata lebih dari 18 oC, suhu tahunan 20 oC – 25 oC dengan curah hujan bulanan lebih dari 60 mm.

2.  Iklim B, yaitu iklim kering/gurun
 . 
Dengan ciri curah hujan lebih kecil daripada penguapan, daerah ini terbagi menjadi Iklim stepa dan gurun.

3.  Iklim C, yaitu iklim sedang basah. 

Dengan ciri temperatur bulan terdingin -3 oC - 18 oC, daerah ini terbagai menjadi :
  • Cs  (iklim sedang laut dengan musim panas yang kering)
  • Cw (iklim sedang laut dengan musim dingin yang kering)
  • Cf  (iklim sedang darat dengan hujan dalam semua bulan)
4.  Iklim D, yaitu iklim dingin.
Dengan ciri temperatur  bulan terdingin kurang dari 3 
oC dan temperatur bulan terpanas lebih dari 10 oC, daerah ini terbagi menjadi Dw, Df
  • Dw adalah iklim sedang (darat) dengan musim dingin yang  kering
  • Df adalah iklim sedang (darat) dengan musim dingin yang lembab.
5.  Iklim E, yaitu iklim kutub.
Dengan ciri bulan terpanas temperaturnya kurang dari 10 oC Daerah ini terbagi menjadi : 
  • ET Iklim tundra
  • DF Iklim salju

Iklim Schamidt - Ferguson
Schmidt dan Ferguson membagi iklim berdasarkan banyaknya curah hujan pada tiap bulan yang dirumuskan sebagai berikut :

 Di Indonesia terbagi menjadi 8 tipe Iklim :
A. kategori sangat basah, nilai Q = 0 – 14,3 %
B. kategori basah, nilai Q = 14,3 – 33,3 %
C. kategori agak basah nilai Q 33,3 – 60 %
D. kategori sedang, nilai Q = 60 – 100 %
E. kategori agak kering, nilai Q = 100 – 167 %
F. kategori kering, nilai Q = 167 – 300 %
G. kategori sangat kering, nilai Q = 300 – 700 %
H. kategori luar biasa kering, nilai Q = lebih dari 700 % 


Jadi kota X beriklim B. Langkah masukan dalam grafik.

 
Curah hujan Kota X 1998-2000
Bulan
1998
1999
2000
Jml
Rata-rata
Jan
343
345
310
  
Pebruari
360
260
245
  
Maret
200
275
175
  
April
150
184
120
  
Mei
100*
93*
30*
  
Juni
75*
60*
0*
  
Juli
50*
44*
0*
  
Agustus
40**
112
84*
  
September
112
153
125
  
Oktober
225
244
200
  
Nopember
280
275
275
  
Desember
310
322
350
  
JBB
8
9
8
25
8,33
JBK
2
1
3
6
2,0
JBL
2
2
1
5
1,67


Klasifikasi Iklim Oldeman
Oldeman membagi iklim menjadi 5 tipe iklim yaitu :
  • Iklim A. Iklim yang memiliki bulan basah lebih dari 9 kali berturut-turut
  • Iklim B. Iklim yang memiliki bulan basah 7-9 kali berturut-turut
  • Iklim C. Iklim yang memiliki bulan basah 5-6 kali berturut-turut
  • Iklim D. Iklim yang memiliki bulan basah 3-4 kali berturut-turut
berdasarkan urutan bulan basah dan kering dengan ketententuan tertentu diurutkan sebagai berikut:
  1. Bulan basah bila curah hujan lebih dari 200 mm
  2. Bulan lembab bila curah hujan 100 – 200 mm
  3. Bulan kering bila curah hujan kurang dari 100 mm
A : Jika terdapat lebih dari 9 bulan basah berurutan.

B : Jika terdapat 7 – 9 bulan basah berurutan.

C : Jika terdapat 5 – 6 bulan basah berurutan.

D : Jika terdapat 3 – 4 bulan basah berurutan.

E : Jika terdapat kurang dari 3 bulan basah berurutan.
Pada dasarnya Kriteria bulan basah dan bulan kering yang dipakai Oldeman berbeda dengan yang digunakan oleh Koppen atau pun Schmidt – Ferguson Bulan basah yang digunakan Oldeman adalah sebagai berikut: Bulan basah apabila curah hujan lebih dari 200 mm. Bulan lembab apabila curah hujannya 100 - 200 mm. Bulan kering apabila curah hujannya kurang dari 100 mm.
Klasifikasi Iklim Yunghunh
Pembagian iklim didasarkan pada ketinggian tempat yang ditandai dengan jenis vegetasi, zone iklimnya adalah terbagi lima zone:

Gambar : Iklim Yunghunh 

  1. Zone iklim panas.Ketinggian 0 – 700 m, suhu rata-rata tahunan lebih 22 C ( padi, jagung, tebu dan kelapa).
  2. Zone iklim sedang.Ketinggian 700-1500m, suhu rata-rata tahunan antara 15 – 22 C ( kopi, the, kina dan karet). 
  3. Zone iklim sejuk.Ketinggian.1500 – 2500, suhu rata-rata tahunan 11 C – 15 C (cocok tanaman holtikultura). 
  4. Zone iklim dingin.Ketinggian 2500 – 400m, dengan suhu rata-rata tahunan 11 C (zone ini tumbuhan yang ada berupa lumut). 
  5. Zone iklim salju tropis. Ketinggian lebih dari 400m dari permukaan laut, di daerah ini tidak terdapat tumbuhan.
Read More..

Kamis, 03 Mei 2012

Unsur-unsur yang Mempengaruhi Cuaca dan Iklim

Unsur-unsur cuaca dan iklim antra lain:
1. Suhu atau temperatur udara
Suhu atau temperatur udara ditentukan oleh dua faktor yaitu :
  1. Sudut datangnya sinar mathari
Sudut datangnya sinar matahari sangat menentukan panasnya sinar suhi dipermukaan bumi. Jika sinar matahari tegak lurus dengan dengan permukaan bumi maka suhu udara dipermukaan bumi akan mendapatkan pemanasan yang maksimal. Sedangkan jika arah datangnya matahari itu condong maka pemanasan permukaan bumi akan tidak masimal.
  1. Lamanya penyinaran
Lamanya penyinaran permukaan bumi juga mempengaruhi suhu dipermukaan bumi. Lama penyinaran itu juga tergantung pada letak suatu wilayah. Contoh :

lintang
Lama waktu penyinaran maksimal
o°
12 jam
17°
13 jam
41°
15 jam
49°
16 jam
63°
20 jam
66,5°
24 jam
67,5°
1 bulan
90°(kutub)
6 bulan
  1. Ketinggian tempat
faktor ini juga sangat mempengaruhi suhu udara. Karna semakin tinggi di atas permukaan laut semakin rendah suhu udaranya. Penurunan suhu udara setiap 100 meter yaitu berkurang 0,5°-0,6°c. sedangkan suhu udara diatas permukaan laut 26°c.
  1. Jarak suatu tempat ke laut
Wilayah laut lebih cenderung untuk menerima panas sedangan lebih sulit untuk melepaskan panas. Dengan demikian suatu daerah yang lebih dekat dengan lautan maka suhu udaranya lebih panas dibanding dengan daerah yang jauh dari lautan.

  1. Banya sedikitnya awan
Semakin banyak awan maka semakin sedikit panas yang diterima oleh bumi.
Pemanasan permukaan bumi adayang secara langsung ada juga pemanasan permukaan bumi secara tidak langsung. Pemanasan bumi secara tidak langsung yaitu :
  1. Konduksi
Konduksi adalah pemanasan yang dilakukan dengan peroses perpindahan panas antara dua benda yang bersentuhan.
  1. Konveksi
Konveksi adalah perpindahan panas secara gerak vertikal ke atas kebawah.
  1. Adveksi
Adveksi adalah proses pemnindahan secara mendatar/horizontal.
  1. Turbelensi
Turbelensi adalah gerakan angin yang berputar-putar akibat ada tekana rendah di tengah-tengah tekanan udara yang tinggi.
Garis-garis isotherm
Garis isotherm adalah garis hayal yang menghubungkan tempat tempat yang memiliki suhu rata-rata yang sama.
2. Tekanan udara
Tekanan udara adalah suatu gaya yang timbul akibat adanya berat dari lapisan
udara. Udara yang menyelubungi bumi ini adalah dan mempunyai massa. Alat yang digunakan untuk mengukur tekanan udara adalah barometer sedangkan alat yang bias mencatat sendiri disebut barograph.
Rumus yang dapat digunakan untuk menghitung tekanan adalah p₂ = p₁ - h/8 x 1mb.
p₁ = 1013 mb.
3. Angin
Angin adalah udara yang bergerak dari dari tekann tinggi ketekanan rendah.
kecepatan angin dapat dihitung dengan ada beberapa factor, antara lain :
hal yang harus diperhatikan dalam mengamati angin antara lain :
  1. Kecepatan angin
  2. Kekuatan angin
  3. Arah angin
baromerik adalah angka yang menunjukkan perbedaan tekanan udara antara 2 isobar melalui garis lurus, dihitung tiap 111 km(jarak di daerah ekuator = 1°.
Macam-macam angin
  1. Angin tetap
Angin tetep adalah angin yang arah tiupanya selalu sama sepanjang tahun.
Contohnya :
  • Angin pasat
  • Angin anti pasat
  • Angin barat
  • Angin timur
  1. Angin periodik
Angin periodik dibagi menjadi dua :
  • angin periodik setengah harian, meliputi : angin darat, angin laut, angin lembah, dan angin gunung.
  • Angin periodic setengah tahunan/angin muson.
  1. Angin local
Angin local adalah angin yang bertiup didaerah tertentu saja, antara lain :
  • Angin terjun (fohn)
  • Angin siklon dan angin anti siklon
  1. Kelembaban udara
Kelembaban udara adalah banyaknya uap air yang terkandung dalam udara.
Kelem baban udara dibedakan atas :
  • Kelembaban spesifik yaitu banyaknya uap air yang dikandung dalam 1 kilogram udara.
  • Kelembaban absolute yaitu densitas uap airsebanyak 12 gram. Rumus Kelembapan Absolut:
Jumlah Uap Air
Kelembapan absolute =
Volume suatu tempat

  • Kelembaban relative/nisbi yaitu perbandingan antara jumlah uap air yang ada secara nyata dengan jumlah uapair maksimum yang mampu dikan dung oleh setiap unit volume udara dalam suhu yang sama.
Jumlah Uap Air
Kelembapan absolute = x 100%
Volume suatu tempat


  1. Hujan
Hujan adalah peristiwa jauhnya titik-titik air dari udara yang sudah terlalu berat kandungan airnya.
Berdasarkan besar kecilnya dan banyak sedikitnya titik air hujan dibedakan menjadi:
  • Hujan halus, yaitu hujan yang titik-titik airnya sangat halus.
  • Hujan rintik-rintik, yaitu hujan yang titik-titiknya haul dan dalam jumlah banyak.
  • Hujan sebenarnya, yaitu hujan yang titik-titik airnya berjari-jari 0,3-3mm dan jatuh dengan kecepatan 3m/detik.
  • Hujan lebat, yaitu hujan yang turun sangat kuat, dan titik-titik airnya berdiameter ± 7 mm.
Berdasarkan proses terjadinya hujan dapat dibedakan menjadi :
  • Hujan zenithal
Hujan zenithal terjadi saat matahari pada titik zenith, terjadi di daerah khatulistiwa
  • Hujan orografis
Hujan orografis hujan yang terjadi karena angin yang membawa uap air ke arah puncak gunung sehingga suhu udara turun dan terjadi proses kondensasi.
  • Hujan frontal
Hunjan frontal terjadi akibat pertemuan antara pertemuan antara pertemuan masa udara panas yang membawa uap air dengan masa udara yang dingin.
  • Hujan siklon
Hujan siklon terjadi karena udara panas yang naik mengikuti perputaran angin siklon, temperaturnya menjadi dingin, udara menjadi jenuh.
  • Hujan muson
Hujan muson terjadi karena diperngaruhi oleh tiupan angin muson.

Iklim
Iklim adalah keadaan rata-rata dari cuaca pada daerah yang luas dan dalam waktu yang cukup lama.
Klasifikasi iklim
  1. Iklim matahari
Pembagian iklim matahari didasarkan pada kedudukan matahari terhadap muka bumi. Iklim matahari dibedakan menjadi empat yaitu :
  • iklim tropic
  • Iklim sebtropik
  • Iklim sedang
  • Iklim dingin
  1. Iklim fisis
Iklim fisis didasarkan pada keadaan sesungguhnya di permukaan bumi. Tipe-tipe iklim fisis yaitu :
  • Iklim kontinental
Iklim ini dipengaruhi oleh ilim darat yang ditandai dengan amplitude suhu harian tinggi dan amplitudo tahunan juga tinggi.
  • Iklim maritime
Iklim ini dipengaruhi oleh angin laut yang ditandai dengan amplitudo suhu harian rendah dan amplitudo suhu tahunana juaga rendah.
  • Iklim dataran tinggi
Iklim ini dipengaruhi oleh angin gunung yang ditandai dengan amplitude suhu harian besar, tekanan udara rendah,udara kering, sinar matahari sangat terik, dan jarang turun hujan.

  • Iklim muson
Iklim muson ini berada didaerah yang dilalui oleh angin muson yang bertiup enam bulan sekali iklim ini ditandai dengan deriupnya angin setangah tahun membawa hujan dan setengah tahun yang menimbulkan kemarau.
Kelasifikasi menurut para ahli yaitu :
  1. Menurut koppen
Menurut koppen didasarkan pada curah hujan dan temperature. Koppen membagi iklim menjadi lima tipe iklim yaitu :
  • A = iklim tropical, ditandai dengan rata-rata suhu setiap bulan adalah lebih besar dari 18oC, curah hujan tahunan lebih tinggi daripada evapotransiprasi tahunan
  • B = iklim hujan kering/gurun, Evapotranspirsi tahunan lebih tinggi daripada curah hujan
  • C = iklim sedan atau hangat/mesothermalg, rata-rata suhu di atas -3oC kurang dari 18oC.
  • D = iklim dingin/iklim salju, rata-rata bulan terdingin di bawah -3oC,bulan terpanas 10oC
  • E = iklim kutub/Es , bulan panas kurang dari 10oC

  1. Menurut Schmidt-ferguson
Klesifikasi ini berdasarkan pada perhitungan indeks nilai Q dengan cara menghitung jumlah curah hujan tiap-tiap bulan.
Rumus penghitungan Q :

Q = rata-rata bulan kering x 100%
rata-rata bulan basah

Schmidt-Fergushon membagi iklim Indonesia menjadi delapan tipe yaitu :
  1. Iklim A; sangat basah, qilai Q = 0-14,3%
  2. Iklim B; basah, nilai Q = 14,3-33,3%
  3. Iklim C; agak basah, nilai Q = 33,3-60%
  4. Iklim D; sedang, nilai Q = 60-100%
  5. Iklim E; agak kering, nilai Q = 100-167%
  6. Iklim F; kering; nilai Q = 167-300%
  7. Iklim G; sangat kering, nilai Q = 300-700%
  8. Iklim H; luar biasa kering, nilai Q = >700%

  1. Menurut Oldeman
Menurut dia didasarkan atas jumlah bulan basah secara berurutan dan jumlah bulan kering.
  1. A = jika terdapat 9 bulan basah berurutan
  2. B = jika terdapat 7-9 bulan basah berurutan
  3. C = jika terdapat 5-6 bulan basah berurutan
  4. D = jika terdapat 3-4 bulan basah berurutan
  5. E = jika terdapat kurang dari 3 bulan basah berurutan

  1. Menurut F.W.Junghuhn
Menurutnya diklasifikasi dengan cara menghitung ketinggian tempat dan jenis tanaman. Junghuhn membagi iklim menjadi empat zona yaitu :
  • Daerah panas
  • Daerah sedang
  • Daerah sejuk
  • Daerah dingin

Gejala-gejala cuaca
Gejala cuaca adalah serangkaian gejala alam yang terbentuk karena temperature, kelembaban dan tekanan udara. gejala-gejala cuaca yaitu:
  1. Kilat, Guntur dan petir
Kilat adalah aliran listrik dalam bentuk sinar atau cahaya yang muncul secara tiba-tiba dari antara dua awan yang berbeda muatan listrik.
  1. Kabut
Kabut adalah udara lembab yang berisikan jutaan butir air kecil halus yang letaknya dekat diatas permukaan tanah
Macam-macam kabut :
  • Kabut slokan / kabut sawak
  • Kabut pemancaran
  • Kabut adveksi
  • Kabut yang terjadi dikota industry
  1. Awan
Awan adalah kumpulan titik air atau Kristal-kristal es yang halus diatmosfir.
Berdasarkan bentuknya awan dibedakan :
  • Awan cumulus, berbentuk bergumpal-gumpal seperti bulu domba
  • Awan stratus, berbentuk berlapis-lapis
  • Awan cirrus, bentuk halus seperti kapas
  • Awan nimbus, warna kelabu merupakan sumber hujan
Berdasarkan ketinggiannya, awan dibedakan ;
  • Awan tinggi, ketinggian lebih 6000 m.
  • Awan sedang, terletak antara 2000-6000 m.
  • Awan rendah, terletak antara 0-2000 m.
  • Awan yang berkembang vertical, yaitu awan yang ketinggian 500 m.

Gejala optic di atmosfer
  1. Pelangi
Pelangi adalah busur warna di udara yang terdiri dari warna merah,jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu.
  1. Halo
Halo adalah lingkaran sinar putih yang mengelilingi bulan atau matahari
  1. Aurora
Aurora adalah gejala berupa cahaya yang bersinar pada malam hari di sekitar kutub.
  1. Sandikala
Sandikala adalah cahaya berwarna merah kekuningan yang tampak di ufuk barat mengiringi matahari terbenam.
  1. Fatamorgana
Fatamorgana adalah suatu ilusi optic yang disebabkan pantulan cahaya oleh lapisan udara dengan temperature yang berlainan dekat permukaan tanah.

Peran cuaca dan iklim dalam kehidupan manusia
  1. Peran cuaca dalam pertanian
Cuaca sangat berperan dalam pertanian karena air berperan untuk membawa unsure hara yang baik untuk pertumbuhan tanaman pertanian.
  1. Peran cuaca dalam bidang perhubungan
Cuaca sangat berperan penting dalam transportasi barang atau yang lainnya. Karna jika cuaca buruk maka taransportasi barang dan lain-lainnya akan tergangu.
  1. Peran cuaca dalam komunikasi
Cuaca juga berpera penting dalam komuniasi karna di aimosfir kita ada lapisan yang sangat berguna bagi jaringan komunikasi kita.
Read More..