Social Icons

Kamis, 04 Oktober 2012

LAPORAN PRAKTIKUM ELEKTROLISIS


A.     JUDUL : LAPORAN PRAKTIKUM ELEKTROLISIS

B.     TUJUAN
Mempelajari perubahan-perubahan yang terjadi pada elektrolisis larutan Kalium Iodida (KI) dan larutan tembaga II Sulfat (CUSO4).

C.     LANDASAN TEORI
Elektrolisis adalah penguraian suatu elektrolit oleh arus listrik. Pada sel elektrolisis, reaksi kimia akan terjadi jika arus listrik dialirkan melalui larutan elektrolit,yaitu energi listrik ( arus listrik ) diubah menjadi energi kimia ( reaksi redoks ). Sel eleltrolisis memiliki 3 ciri utama,yaitu :

a)    Ada larutan elektrolit yang mengandung ion bebas. Ion – ion ini dapat memberikan atau menerima electron sehingga electron dapat mengalir melalui larutan.
b)   Ada 2 elektroda dalam sel elektrolisis.
c)    Ada sumber arus listrik dari luar,seperti baterai yang mengalirkan arus listrik searah ( DC ).
Elektroda yang menerima electron dari sumber arus listrik luar disebut Katoda, sedangkan elektroda yang mengalirkan electron kembali ke sumber arus listrik luar disebut Anoda. Katoda adalah tempat terjadinya reaksi reduksi dan anoda adalah tempat terjadinya reaksi oksidasi. Katoda merupakan elektroda negative karena menangkap electron sedangakn anoda merupakan elektroda positif karena melepas electron.
Dalam sel, reaksi oksidasi reduksi berlangsung dengan spontan, dan energi kimia yang menyertai reaksi kimia diubah menjadi energi listrik. Bila potensial diberikan pada sel dalam arah kebalikan dengan arah potensial sel, reaksi sel yang berkaitan dengan negatif potensial sel akan diinduksi. Dengan kata lain, reaksi yang tidak berlangsung spontan kini diinduksi dengan energi listrik. Proses ini disebut elektrolisis. Pengecasan baterai timbal adalah contoh elektrolisis.

D.     ALAT DAN BAHAN
1.  Larutan Tembaga II Sulfat (CUSO4) 0.5 M
2.  Larutan Kalium Iodida (KI) 0.5 M
3.  Elektroda Carbon
4.  Indikator Phenolptalein (PP)
5.  Larutan Amilum
6.  Pipa U
7.  Kabel listrik
8.  Power supply
E.      LANGKAH KERJA
1.  Merangkai alat dan bahan seperti pada gambar di bawah ini.

 


1.  Melakukan proses elektrolisis larutan KI 0.5 M sampai terlihat perubahan pada kedua elektroda
2.  Dengan menggunakan pipet tetes, kami memindahkan larutan dari ruang katoda kedalam dua tabung reaksi masing-masing ± 1 ml.
3.  Menambahkan dua tetes indikator phenolptalein (PP) pada tabung I dan pada tabung II tambahkan larutan amilum.
4.  Mencatat hasil pengamatan.
5.  Melakukan hal yang sama terhadap larutan dari ruang anoda.
6.  Melakukan proses elektrolisis larutan Tembaga II Sulfat 0.5 M sampai terlihat perubahan pada elektroda.

B.     HASIL PERCOBAAN

ElektRolisis Larutan KI
Cairan dari
Perubahan selama elektrolisis
Perubahan setelah +PP
Perubahan setelah + amilum
Katoda
Ada banyak gelembung di elektroda
Warna menjadi ungu
Warna menjadi keruh
Anoda
Terjadi perubahan warna pada larutan menjadi kecoklatan
Warna menjadi lebih coklat
Warna lebih bening

ElektRolisis Larutan CuSO4
Cairan dari
Perubahan selama elektrolisis
Perubahan setelah +PP
Perubahan setelah + amilum
Katoda
Warna larutan menjadi kekuningan
Warna menjadi biru keruh keputihan
Biru terang keputihan
Anoda
Pada elektroda terdapat endapan putih keruh
Warna menjadi biru terang
Warna menjadi biru muda terang


C.     PERTANYAAN DAN JAWABAN
PERTANYAAN
1.      Zat apakah yang terjadi di ruang anoda dari hasil elektrolisis pada larutan KI maupun pada larutan CuSO4? Jelaskan!
2.      Ion-ion apakah yang terdapat di ruang katoda setelah elektrolisis?Jelaskan!
3.      Jelaskan persamaan reaksi yang terjadi di :
a.    Katoda
b.    Anoda
4.      Berikan penjelasan mengenai hasil elektrolisis tersebut!
5.      Kesimpulan apakah yang dapat dituliskan setelah melakukan kedua percobaan diatas?

JAWABAN :
1.      Pada larutan KI zat yang terjadi di ruang anoda I- dan pada larutan CuSO4 zat yang terjadi di ruang anoda adalah SO42-
2.      Ion yang terdapat di ruang katoda setelah elektrolisispada larutan KI adalah I-. Sedangkan ion yang terdapat di ruang katoda larutan CuSO4 setelah dielektrolisis adalah ion So42-.
3.      ~Larutan CuSO4
2CuSO4  à 2 Cu2+ + 2SO42-
Anoda      : 2H2O à O2 + 4H+ +4e
Katoda     :2Cu2++4e à 2Cu
2CuSO4 + 2H2O à O2 + 4H+ + 2Cu + 2SO42-
2CuSO4 + 2H2O à O2 + 2H2SO4 + 2CuSO4

~Larutan KI
2KI  à 2K+ + 2I-
Anoda      : 2I- àI2 + 2e
Katoda     : 2H2O +2e  à H2 + 2OH-
2KI + 2H2O à 2K+ + I2+ H2+2OH-
2KI+ 2H2O à 2KI+ I2+ 2HI+2KOH


4.      Pada larutan KI, Hasil pengamatan menunjukkan perubahan warna pada larutan. anoda (+) berwarna kuning. Pada elektroda, katoda dan anoda memiliki banyak gelembung. Hal ini menunjukkan ada gas yang dihasilkan oleh katoda ataupun anoda. Katoda menghasilkan gas hydrogen (reduksi H2O) dan anoda menghasilkan gas Iodin (Oksidasi 2I -).
Sebagaimana reaksinya :
Katoda      :  2H2O + 2e à 2OH - + H2
Anoda      :   2I -  à I2 + 2e
 

2H2O + 2I - 2OH - + I2


Pada elektrolisis CuSO4 hasil pengamatan menunjukkan perubahan warna pada larutan. Katoda (-) berwarna kekuning – kuningan. pada elektroda ruang katoda terdapat endapan dan anoda tidak terdapat endapan (namun banyak gelembung). Hal tersebut menunjukkan, pada katoda terjadi reduksi Cu2+ yang menghasilkan endapan Cu dan pada anoda terjadi oksidasi  H2O yang menghasilkan gas oksigen (O2).
Sebagaimana reaksinya :
Katoda    : 2Cu2+ + 4e  à  2Cu
Anoda     :  2H2O  à 4H+ + O2 + 4e

2Cu2++ 2H2O  à 2Cu + 4H+ + O2
5.      Melalui percobaan diatas dapat disimpulkan :
§  Endapan yang terjadi pada elektrolisis larutan CuSO4 diruang anoda adalah endapan SO42-
§  Endapan yang terjadi pada elektrolisis larutan KI diruang anoda adalah endapan I-
§  Pada elektrolisis KI  terhadap elektroda C pada elektroda di ruang anoda terbentuk gelembung O2.
§  Pada larutan KI,di elektroda, katoda dan anoda memiliki banyak gelembung. Hal ini menunjukkan ada gas yang dihasilkan oleh katoda ataupun anoda. Katoda menghasilkan gas hydrogen (reduksi H2O) dan anoda menghasilkan gas Iodin (Oksidasi 2I -).
§  Pada elektrolisis CuSO4 di elektroda ruangnkatoda terdapat endapan dan anoda tidak terdapat endapan (namun banyak gelembung). Hal tersebut menunjukkan, pada katoda terjadi reduksi Cu2+ yang menghasilkan endapan Cu dan pada anoda terjadi oksidasi  H2O yang menghasilkan gas oksigen (O2).

D.     KESIMPULAN
a)    Pada saat larutan KI dielektrolisiskan terhadap elektroda C pada elektroda di ruang anoda terbentuk gelembung O2.
b)   Endapan yang terjadi pada elektrolisis larutan CuSO4 diruang anoda adalah endapan SO42-
c)    Endapan yang terjadi pada elektrolisis larutan KI diruang anoda adalah endapan I-
d)    Pada larutan KI,di elektroda, katoda dan anoda memiliki banyak gelembung. Hal ini menunjukkan ada gas yang dihasilkan oleh katoda ataupun anoda. Katoda menghasilkan gas hydrogen (reduksi H2O) dan anoda menghasilkan gas Iodin (Oksidasi 2I -).
e)    Pada elektrolisis CuSO4 di elektroda ruangnkatoda terdapat endapan dan anoda tidak terdapat endapan (namun banyak gelembung). Hal tersebut menunjukkan, pada katoda terjadi reduksi Cu2+ yang menghasilkan endapan Cu dan pada anoda terjadi oksidasi  H2O yang menghasilkan gas oksigen (O2).

| LG |

1 komentar: